Selasa, 17 Februari 2015
Kerinduan
Pagi ini hujan lebat yang membawaku pada sebuah perasaan dan kepikiran tentang masa smpku,masa yang mengingatkanku pada sebuah cinta pertamaku,dan tiba-tiba aku rindu. Aku rindu,rindu dia yang mungkin tak sedikitpun merindukanku, rindu dia yang mungkin sudah melupakanku,rindu dia yang tak sedikitpun pantas aku rindukan, rindu dia yang sudah melupakan beberapa momen kami yang tak bisa kulupakan tapi mungkin sudah dilupakan olehnya.
Aku rindu , rindu candanya, tawanya, caranya berbicara, matanya, caranya berjalan, segalanya yang tak pernah kujumpai pada lelaki manapun,hanya dia yang punya, dia yang sangat aku rindukan. Aku rindu segala kenangan indah bersama dia, ada momen-momen yang kami lalui yang belum bisa aku lupakan. Perbincangan kami disuatu pagi saat pelajaran IPS berlangsung yang membuat kami dimarahi dengan guru yang sedang menjelaskan. "bruuuk" suara penghapus papan tulis yang dilempar mengenai buku paketku,kami memang sengaja menegakkan buku paket kami sebelum berbicara yah dan akhirnya ketahuan juga sama guru dan untungnya penghapus papan tulis itu tidak melukai kami. "hei kamu,maju kedepan" guru itu menunjuk kearahku,kuturuti dan kujawab semua pertanyaan yang diajukannya,untung saja aku bisa menjawabnya, "Sabar ajalah kalo duduk sama aku yah,emang bawaannya sial terus". Hal pertama yang masih merekat difikiranku,dimana kami tidak memperhatikan guru yang sedang menjelaskan tapi malah bercerita tentang kakek dan nenek kami.
Malam ini malam minggu,malas sekali rasanya kalau harus bangkit dari tempat tidurku untuk mandi sore,yah malam minggu dan mandi sore itu memang tidak sejalan, "Tiit...tiiit" nada pesan masuk yang silih berganti setiap menitnya bahkan kadang tidak sampai satu menit hpku sudah mengeluarkan bunyi itu,beberapa bulan belakangan ini kami sering sms'an apalagi kalau malam minggu,beberapa menit saja kotak masuk di hp ku sudah dipenuhi pesan darinya,mulai dari gombalannya dan lawakannya dia yang semuanya itu buat aku semakin nyaman berteman sama dia. Itu hal kedua yang belum bisa aku lupakan,diamana kami saling memberi perhatian dan saling menghibur satusamalain.
Ayam,nenek aku melihara ayam loh ujarku,"sama atok aku jugak,ayam atok aku lebih banyak dari ayam nenek kau" "gananyak woi" "setanlah kau sek" hal ketga itu ayam,ayam yang selalu didampingi dengan cerita kakek dan nenek kami,setiap hari perbincangan kami tak lepas dari kata kakek/nenek.
Sudahlah untuk masa lalu,entah aku yang bodoh,aku yang terlalu baperan atau aku yang memang terlalu mencintanya,tak ada yang bisa diharapkan lagi sekarang dia udah jauh,di udah memiliki wanita lain wanita yang pantas untuknya,wanita yang memberinya kepastian dan yang pasr leb bak dari. Aku nggak berharap dia kembali atau dia ninggalin pacarnya dia,yang aku harapin kami tetap temenan dan kita sama-sama bahagia. Adoooh gaje kali ini lebih gaje dari segalanya. *segalanya bah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar